Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Bahlil Optimistis E50 Mampu Hapus Ketergantungan Impor BBM Indonesia

badge-check


					(KOMPAS.com/Rahel) Perbesar

(KOMPAS.com/Rahel)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (21 September 2026) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin secara total. Langkah strategis ini dapat terwujud apabila program pencampuran bensin dengan bioetanol sebesar 50 persen atau E50 berhasil diimplementasikan secara merata di seluruh tanah air.

Program E50 diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan defisit neraca perdagangan akibat tingginya belanja impor energi. Bahlil menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam domestik sebagai bahan baku bioetanol merupakan kunci utama untuk menggeser ketergantungan pada pasokan minyak mentah dari luar negeri.

Pemerintah saat ini tengah fokus menyiapkan infrastruktur dan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan untuk mendukung kebijakan tersebut. Pengembangan sektor hulu, terutama pada komoditas tebu dan singkong sebagai basis produksi bioetanol, terus digenjot agar kapasitas produksi dalam negeri mampu memenuhi permintaan pasar yang besar seiring transisi menuju energi yang lebih bersih.

Kesuksesan implementasi E50 diharapkan tidak hanya berdampak pada kedaulatan energi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat di sektor pertanian dan industri pengolahan. Upaya hilirisasi sektor energi ini menjadi bagian integral dari peta jalan pemerintah menuju swasembada energi masa depan, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline