SURABAYA, GLOBALSIAR.COM (18 September 2026) – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil aksi unjuk rasa yang digelar di lingkungan kampus. Para demonstran merasa bahwa aspirasi dan poin-poin tuntutan yang mereka bawa tidak mendapatkan respon yang memuaskan dari pihak rektorat, sehingga memicu ancaman eskalasi gerakan dalam waktu dekat.
Kekecewaan massa memuncak setelah proses audiensi antara perwakilan mahasiswa dan jajaran pimpinan universitas dianggap tidak membuahkan hasil konkret. Mahasiswa menilai pihak kampus cenderung normatif dalam menanggapi berbagai persoalan krusial, mulai dari kebijakan administrasi hingga transparansi tata kelola kampus yang selama ini menjadi sorotan utama di kalangan aktivis mahasiswa.
Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk keresahan kolektif terhadap kondisi internal institusi. Jika dalam waktu yang ditentukan pihak rektorat tetap tidak menunjukkan itikad baik untuk memenuhi tuntutan tersebut, mahasiswa mengancam akan memobilisasi massa dalam jumlah yang jauh lebih besar guna melakukan tekanan birokrasi yang lebih masif.
Hingga saat ini, situasi di sekitar kampus terpantau kondusif namun ketegangan masih terasa di kalangan fungsionaris organisasi mahasiswa. Rencana demonstrasi lanjutan sedang dimatangkan oleh aliansi mahasiswa sebagai langkah perjuangan terakhir untuk memastikan perubahan nyata di lingkungan UINSA, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















