SEMARANG, GLOBALSIAR.COM (16 September 2026) – Dampak kekeringan ekstrem yang melanda wilayah Semarang semakin memprihatinkan, khususnya bagi masyarakat di Kelurahan Rejosari. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga setempat kini harus menempuh perjalanan sejauh lima kilometer menuju area sungai karena sumber air di pemukiman mereka telah mengering total.
Kondisi ini memaksa warga dari berbagai usia untuk mengangkut jeriken dan ember menggunakan kendaraan pribadi maupun berjalan kaki di tengah cuaca panas. Sumur-sumur gali yang biasanya menjadi tumpuan utama masyarakat sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak beberapa pekan terakhir akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut.
Meskipun air sungai yang tersedia memiliki kualitas yang terbatas, warga mengaku tidak memiliki pilihan lain untuk keperluan mandi dan mencuci. Jarak yang jauh dan medan yang cukup melelahkan menjadi beban tambahan bagi warga yang setiap harinya harus bolak-balik demi mengamankan ketersediaan air untuk keluarga mereka di rumah.
Masyarakat sangat berharap adanya bantuan distribusi air bersih dari pemerintah kota maupun pihak terkait guna meringankan beban mereka selama masa krisis ini berlangsung. Fenomena kekeringan tahunan ini menuntut adanya solusi jangka panjang agar akses air bersih tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca ekstrem, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












