Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Kepala Dinas Perkebunan Sulteng Tegaskan Kabar Bibit Sawit di Lahan Karhutla Morowali Adalah Hoaks

badge-check


					(DOK, WARGA DESA BAHOMAKMUR) Perbesar

(DOK, WARGA DESA BAHOMAKMUR)

MOROWALI, GLOBALSIAR.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan secara resmi membantah isu yang beredar mengenai adanya penanaman bibit sawit di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Morowali. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan lahan terdampak karhutla tersebut kini ditanami komoditas sawit adalah berita bohong atau hoaks. Klarifikasi ini dikeluarkan setelah pihak terkait melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan tetap sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.

Bantahan ini bertujuan untuk meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat yang mengaitkan fenomena kebakaran hutan dengan upaya pembukaan lahan perkebunan secara ilegal. Tim dari Dinas Perkebunan telah melakukan pengecekan mendalam terhadap koordinat wilayah yang dilaporkan dan memastikan tidak ada aktivitas distribusi maupun penanaman bibit sawit di kawasan tersebut. Pemerintah menekankan bahwa prioritas saat ini adalah pemulihan ekosistem dan pengawasan ketat agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang melanggar aturan kehutanan dan perkebunan.

Selain meluruskan informasi yang keliru, pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran berita yang tidak memiliki dasar faktual kuat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk menjaga integritas pengelolaan lahan di Morowali agar tetap transparan dan sesuai dengan peruntukannya. Upaya pencegahan karhutla terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk patroli rutin dan edukasi kepada pelaku usaha perkebunan agar tetap mematuhi prinsip keberlanjutan lingkungan tanpa memanfaatkan situasi bencana.

Dinas Perkebunan Sulawesi Tengah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lapangan, namun tetap mengingatkan agar setiap laporan didukung dengan bukti yang valid. Penegakan hukum akan terus diupayakan bagi siapapun yang terbukti melakukan pembakaran hutan dengan sengaja maupun penyebar hoaks yang meresahkan publik. Laporan mengenai klarifikasi isu bibit sawit di lahan karhutla Morowali ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Hingga saat ini, pengawasan terhadap lahan-lahan kritis di Sulawesi Tengah terus diperketat guna menghindari eksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sektor perkebunan dan kelestarian hutan di wilayah tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline