PANGKALPINANG, GLOBALSIAR.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Kasus pembakaran kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial IZ kini memasuki tahap penyidikan baru. Kuasa hukum tersangka secara resmi mengajukan permohonan pemeriksaan kejiwaan terhadap kliennya kepada pihak kepolisian. Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi kuat bahwa pelaku sedang tidak dalam kondisi mental yang stabil saat melancarkan aksi nekat tersebut di kompleks perkantoran pemerintah.
Pihak pengacara menjelaskan bahwa IZ memiliki riwayat medis yang menunjukkan ketidakstabilan psikologis dalam beberapa waktu terakhir sebelum insiden terjadi. Menurut keterangan tim pembela, pemeriksaan ahli psikiatri sangat diperlukan untuk menentukan apakah tersangka dapat dimintai pertanggungjawaban hukum secara penuh atau tidak. Mereka menekankan bahwa tindakan pembakaran tersebut dilakukan tanpa motif kriminal yang umum, melainkan diduga kuat akibat pengaruh kondisi kejiwaannya.
Hingga saat ini, penyidik Kepolisian Daerah Bangka Belitung masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara. Meski ada permohonan pemeriksaan medis dari pihak tersangka, kepolisian tetap menjalankan prosedur hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Olah tempat kejadian perkara di kantor Dishub Babel juga telah dilakukan guna memastikan kronologi pasti serta total kerugian materiil yang diderita oleh instansi terkait.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Keputusan mengenai kelanjutan status hukum IZ nantinya akan sangat bergantung pada hasil observasi medis yang dilakukan oleh tim dokter ahli jiwa yang ditunjuk secara resmi. Laporan mendalam mengenai insiden pembakaran ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.
Pihak Dishub Babel sendiri telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar pelayanan publik tetap berjalan meskipun beberapa bagian gedung mengalami kerusakan. Keamanan di area perkantoran gubernur kini diperketat guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Seluruh fakta terkait proses hukum oknum ASN ini terus dipantau secara ketat oleh berbagai pihak terkait di wilayah Bangka Belitung.












