AMBON, GLOBALSIAR.COM (12 September 2026) – Konflik sosial pecah antara warga dua desa di Pulau Seram, Maluku, yang dipicu oleh insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa tragis ini mengakibatkan sedikitnya 27 unit rumah warga hangus terbakar setelah api yang awalnya merambat dari lahan hutan meluas hingga ke pemukiman penduduk di tengah ketegangan massa yang meningkat secara drastis.
Ketegangan mulai memuncak saat api yang berasal dari area perbukitan merembet ke lahan perkebunan milik warga di perbatasan kedua desa. Situasi tersebut memicu kesalahpahaman dan aksi saling tuding mengenai asal mula titik api, yang kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik antar kelompok warga. Selain kerugian materil berupa puluhan bangunan yang rata dengan tanah, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terjebak dalam pusaran konflik tersebut.
Aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk meredam situasi dan mencegah bentrokan susulan yang lebih luas. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan gabungan juga terus berupaya memadamkan sisa-sisa bara api yang masih mengancam area pemukiman di sekitarnya. Saat ini, pengamanan ketat dilakukan di titik-titik krusial guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memfasilitasi proses investigasi terhadap penyebab pasti kebakaran.
Pemerintah daerah setempat mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Upaya mediasi yang melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak kini sedang diupayakan untuk memulihkan stabilitas keamanan di wilayah Pulau Seram. Laporan mendalam mengenai perkembangan situasi di lokasi kejadian ini ditulis kembali oleh GlobalSiar.












