JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (11 September 2026) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan fakta terbaru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penyidik mengidentifikasi adanya keterlibatan seorang oknum guru SMA yang diduga kuat berperan sebagai koordinator untuk mengumpulkan calon mahasiswa. Oknum tersebut bertugas mencari wali murid yang bersedia memberikan sejumlah uang agar anak mereka dapat diterima di universitas tersebut melalui jalur tidak resmi.
Peran strategis oknum pendidik ini terungkap setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti elektronik. Guru tersebut diduga menjembatani komunikasi antara pihak orang tua dengan oknum di internal kampus untuk mengatur slot kelulusan pada program studi tertentu. Praktik ini menunjukkan adanya jaringan yang terorganisir dalam memanipulasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang seharusnya berjalan transparan.
Lembaga antirasuah saat ini tengah mendalami sejauh mana aliran dana yang dikumpulkan oleh sang koordinator tersebut mengalir ke pejabat atau pihak-pihak berwenang di dalam struktur organisasi Unsoed. Sejumlah dokumen terkait proses seleksi mandiri dan catatan keuangan telah disita untuk memperkuat bukti adanya tindak pidana suap atau gratifikasi. KPK menegaskan bahwa tindakan ini sangat merugikan integritas dunia pendidikan dan menutup kesempatan bagi calon mahasiswa yang berprestasi namun tidak memiliki akses finansial yang besar.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus bergulir dengan agenda pemanggilan saksi-saksi tambahan dari unsur akademisi maupun pihak swasta yang terlibat dalam lingkaran tersebut. KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas keterlibatan seluruh pihak yang ikut serta dalam skema kecurangan ini demi menegakkan keadilan di sektor pendidikan tinggi nasional.
Selain oknum guru tersebut, KPK juga menelusuri kemungkinan adanya koordinator lain yang beroperasi di wilayah yang berbeda untuk menyuplai calon mahasiswa ke kampus yang sama. Investigasi diperluas guna memetakan pola operasional jaringan pengepul ini agar celah korupsi serupa dapat ditutup secara permanen di masa mendatang. Pengawasan ketat terhadap jalur mandiri kini menjadi fokus utama pemerintah untuk mencegah terulangnya skandal serupa. Berita ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.
















