Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

International

Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı

badge-check


					Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Perbesar

Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

ISTANBUL (GLOBALSIAR.COM) – Di kawasan Çekmekoy, Istanbul, sebuah replika tembok raksasa berdiri megah dengan meriam, senjata, gerobak, alun-alun kota, hingga gang-gang berbatu yang dibiarkan berantakan, seolah merekonstruksi suasana kehancuran epik pengepungan Konstantinopel pada 1453. Tembok ini menjadi latar utama pertempuran dalam serial Mehmed: Fetihler Sultanı atau Mehmed: Sultan of Conquests, yang diproduksi di TRT Platolari atau TRT International Film Studios.

Penata artistik serial tersebut, Mert Yurur, menjelaskan bahwa timnya membangun replika benteng dengan tinggi dan panjang yang hampir menyerupai ukuran aslinya. Konstruksi tembok dibuat cukup tebal menggunakan material seperti kayu, rangka baja ringan, dan stirofoam, berhasil memadukan kemegahan arsitektur Bizantium kuno dengan material modern demi kebutuhan sinematik. Di beberapa sudutnya, berdiri replika menara pertahanan yang dilengkapi celah-celah bagi para pemanah, serta area berisi kapal-kapal besar yang dikelilingi kain biru masif untuk kebutuhan efek visual komputer dalam memproyeksikan lanskap Selat Bosphorus dan kapal-kapal perang. Secara keseluruhan, area replika tembok, alun-alun kota, hingga perkemahan militer Ottoman ini membentang di atas lahan kompleks studio seluas ratusan hektar.

Secara historis, Tembok Konstantinopel yang dibangun atas perintah Kaisar Theodosius II pada 413 Masehi berdiri kokoh selama seribu tahun melindungi Kekaisaran Bizantium, sebelum akhirnya dapat ditembus untuk pertama kalinya oleh pasukan Kesultanan Utsmaniyah di bawah pimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih (Mehmed II) pada 1453 dengan memanfaatkan Meriam Şahi. Meski sebagian besar jalurnya telah hancur, sisa-sisa bangunan ini masih berdiri dan dikenal sebagai Tembok Istanbul, membentang sepanjang 6,5 kilometer dari Laut Marmara hingga Selat Tanduk Emas (Golden Horn). Karena berada di tengah kawasan padat penduduk dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, pengambilan gambar langsung di lokasi asli tidak memungkinkan.

Oleh sebab itu, TRT International Film Studios tidak hanya membangun replika Tembok Konstantinopel, tetapi juga menghadirkan set istana dan tempat pelatihan tentara. Kemegahan set kolosal serial Turki juga terdapat di Bozdağ Film Plateaus di kawasan Riva, Beykoz, yang menjadi lokasi syuting serial sejarah seperti Kuruluş: Osman. Lokasi tersebut kini terbuka untuk umum, di mana wisatawan dapat melihat replika benteng pertahanan Bizantium, istana dan kompleks pemerintahan berarsitektur Kesultanan Rum serta era awal Utsmaniyah, hingga area perkemahan Suku Kayı.

[Red/SKP]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor

5 September 2026 - 03:00 WIB

Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial

4 September 2026 - 22:37 WIB

IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

4 September 2026 - 20:19 WIB

Fenomena El Nino Ekstrem Diprediksi Bertahan Hingga Februari 2027

3 September 2026 - 23:10 WIB

Trending di Headline