JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (4 SEPTEMBER 2026) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada zona merah pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks terpantau mengalami penurunan sebesar 83,18 poin atau setara dengan 1,09 persen, yang menempatkan posisinya di level 7.597,55. Sejalan dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mencatatkan pelemahan yang lebih dalam yakni 1,48 persen ke posisi 928,52.
Tekanan jual pada pasar modal domestik hari ini dipicu oleh maraknya aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor menjelang masa libur akhir pekan. Selain faktor teknis tersebut, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen global, terutama penantian para pelaku pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, Non-Farm Payrolls (NFP). Data ini menjadi rujukan penting bagi pasar untuk memproyeksi langkah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral AS, The Fed, dalam waktu dekat.
Berdasarkan data perdagangan, fluktuasi pasar menunjukkan 226 saham mengalami penguatan harga, sementara 362 saham tercatat melemah, dan 202 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan. Total transaksi sepanjang hari mencapai nilai yang signifikan yakni Rp11,08 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 23,26 miliar lembar melalui frekuensi perdagangan sebanyak 1.133.585 kali.
Meski indeks secara keseluruhan mengalami koreksi, minat investor asing terhadap pasar modal Indonesia masih terpantau positif dengan catatan aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp412,57 miliar di seluruh pasar. Dinamika ini menggambarkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi sembari mengantisipasi rilis data ekonomi makro internasional. Laporan pergerakan pasar modal ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















