JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (6 SEPTEMBER 2024) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan di hari Jumat. Mata uang Garuda terpantau mengalami kenaikan signifikan sebesar 44 poin atau setara dengan 0,28 persen, yang membawa posisinya ke level Rp15.535 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp15.579 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar domestik ini didorong oleh sentimen pasar yang mengantisipasi pelemahan lebih lanjut pada indeks dolar AS. Analis pasar uang, Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja sektor swasta AS versi ADP yang berada di bawah ekspektasi pasar, yakni hanya mencatat penambahan 99 ribu lapangan kerja dari proyeksi awal sebesar 144 ribu.
Data tenaga kerja yang melandai tersebut memperkuat spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kemungkinan besar akan mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada pertemuan bulan September mendatang kini menjadi fokus utama, sembari menunggu rilis data Non-Farm Payroll (NFP) dan tingkat pengangguran AS yang dijadwalkan keluar nanti malam.
Untuk pergerakan sepanjang hari ini, rupiah diprediksi akan bergerak stabil dengan potensi penguatan di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.630 per dolar AS. Dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat masih menjadi faktor kunci yang memengaruhi volatilitas pasar valuta asing di kawasan Asia. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















