ENDE, GLOBALSIAR.COM (04/09/2026) – Ketua DPRD Ende dilaporkan melakukan aksi pemukulan terhadap seorang anggotanya saat rapat paripurna berlangsung di ruang sidang utama pada Jumat siang. Insiden mengejutkan ini dipicu oleh tensi tinggi dalam diskusi yang menyebabkan Ketua DPRD Ende terpancing emosi hingga melakukan kontak fisik secara tiba-tiba. Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah agenda resmi lembaga legislatif daerah tersebut.
Dalam keterangannya setelah kejadian, sang pimpinan dewan berdalih bahwa tindakan tersebut terjadi secara spontan tanpa adanya niat yang direncanakan. Ia menyebutkan bahwa perdebatan mengenai agenda rapat sempat memanas dan memicu reaksi emosional yang sulit untuk ia kendalikan saat itu. Akibat insiden ini, suasana sidang sempat terhenti sejenak guna meredakan kericuhan yang melibatkan pimpinan dan anggota dewan.
Beberapa saksi mata di lokasi menjelaskan bahwa ketegangan mulai memuncak ketika interupsi dilakukan berulang kali oleh pihak korban selama sesi penyampaian pendapat. Sementara itu, petugas keamanan internal DPRD segera masuk ke area persidangan untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah gesekan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak terkait masih mengevaluasi dampak dari keributan tersebut terhadap kelanjutan agenda sidang.
Kasus ini menuai beragam kritik keras dari masyarakat yang menyayangkan adanya sikap anarkis di dalam lingkungan lembaga terhormat. Sejumlah pihak mendesak Badan Kehormatan untuk segera mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran kode etik berat ini. Laporan mengenai perkembangan kasus Ketua DPRD Ende pukul anggota tersebut telah disusun kembali oleh GlobalSiar.
















