BANYUWANGI, GLOBALSIAR.COM (04/09/2024) – Petugas gabungan terus berupaya keras memadamkan kebakaran Gunung Ijen yang melanda area jalur pendakian pada awal September ini. Insiden tersebut dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang mengakibatkan vegetasi semak belukar mengering sehingga sangat mudah tersulut api. Tim dari BPBD, relawan, serta pengelola kawasan segera melakukan pemadaman secara manual guna mencegah api merembet lebih luas ke kawasan hutan lindung.
Titik api dilaporkan muncul di beberapa lereng curam yang menyulitkan akses personel untuk membawa peralatan berat ke lokasi kebakaran Gunung Ijen tersebut. Petugas terpaksa mengandalkan alat seadanya seperti gepyok dan tangki air punggung demi memutus jalur api di medan yang ekstrem. Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan pendataan intensif mengenai total luas lahan yang terdampak kebakaran sambil terus memantau pergerakan api.
Selain faktor vegetasi yang kering, tiupan angin kencang di puncak gunung menjadi tantangan utama karena berisiko memicu kembali kobaran api sewaktu-waktu. Pihak pengelola telah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara akses pendakian demi menjaga keselamatan wisatawan dan memperlancar mobilitas tim pemadam di lapangan. Warga setempat juga diminta untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api di area rawan.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan kecukupan logistik serta kesiapan personel cadangan jika situasi kebakaran Gunung Ijen belum kunjung mereda. Pemantauan melalui pos pengamatan dilakukan selama 24 jam penuh untuk mendeteksi munculnya titik panas baru di area sekitar kawah. Berita mengenai upaya penanganan bencana alam di kawasan konservasi ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















