Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Pendidikan

Miris, SD di Karanganyar Ini Tak Dapat Murid Baru Sama Sekali

badge-check


					KOMPAS/AGUS ISWADI Perbesar

KOMPAS/AGUS ISWADI

KARANGANYAR, GLOBALSIAR.COM (15 JULI 2026) – Fenomena krisis pendaftar melanda sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, di mana salah satu sekolah dilaporkan tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada tahun ajaran kali ini. Kondisi memprihatinkan ini tetap terjadi meski pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya jemput bola untuk menarik minat wali murid di lingkungan sekitar.

Pihak sekolah sebenarnya telah mengerahkan tenaga pengajar untuk melakukan pencarian calon peserta didik secara langsung dari rumah ke rumah atau menggunakan metode door-to-door. Strategi ini menyasar keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar di dusun-dusun terdekat, namun hasilnya tetap tidak membuahkan pendaftar tunggal hingga masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) berakhir.

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab sepinya peminat, termasuk lokasi sekolah yang berdekatan dengan sekolah negeri lain serta persaingan dengan lembaga pendidikan swasta atau berbasis agama yang kian menjamur. Selain itu, tren penurunan angka kelahiran di tingkat desa juga disinyalir berdampak signifikan terhadap kuota murid yang tersedia di wilayah tersebut setiap tahunnya.

Kejadian ini memicu kekhawatiran mengenai keberlangsungan operasional sekolah dan nasib para guru yang bertugas di sana jika tren nihil siswa terus berlanjut. Pemerintah daerah dan instansi terkait kini diharapkan dapat segera melakukan evaluasi atau penggabungan sekolah (regrouping) guna mengoptimalkan sistem pendidikan di daerah. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline