KARANGANYAR, GLOBALSIAR.COM (15 JULI 2026) – Fenomena krisis pendaftar melanda sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, di mana salah satu sekolah dilaporkan tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada tahun ajaran kali ini. Kondisi memprihatinkan ini tetap terjadi meski pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya jemput bola untuk menarik minat wali murid di lingkungan sekitar.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengerahkan tenaga pengajar untuk melakukan pencarian calon peserta didik secara langsung dari rumah ke rumah atau menggunakan metode door-to-door. Strategi ini menyasar keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar di dusun-dusun terdekat, namun hasilnya tetap tidak membuahkan pendaftar tunggal hingga masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) berakhir.
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab sepinya peminat, termasuk lokasi sekolah yang berdekatan dengan sekolah negeri lain serta persaingan dengan lembaga pendidikan swasta atau berbasis agama yang kian menjamur. Selain itu, tren penurunan angka kelahiran di tingkat desa juga disinyalir berdampak signifikan terhadap kuota murid yang tersedia di wilayah tersebut setiap tahunnya.
Kejadian ini memicu kekhawatiran mengenai keberlangsungan operasional sekolah dan nasib para guru yang bertugas di sana jika tren nihil siswa terus berlanjut. Pemerintah daerah dan instansi terkait kini diharapkan dapat segera melakukan evaluasi atau penggabungan sekolah (regrouping) guna mengoptimalkan sistem pendidikan di daerah. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















