Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Ratusan Mahasiswa Akan Demo di Depan Gedung Grahadi Surabaya, Ini Tuntutannya

badge-check


					Ratusan Mahasiswa Akan Demo di Depan Gedung Grahadi Surabaya, Ini Tuntutannya Perbesar

Ilustrasi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo. (IDN Times/Khusnul Hasana)

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya dan beberapa kota lain di Jawa Timur direncanakan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (31/8/2026). Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ini akan mengusung berbagai isu, mulai dari penanganan bencana hingga isu hukum dan hak rakyat.

Para peserta aksi berasal dari berbagai kampus, seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Telkom, Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, dan Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya (PPNS). Sebelum menuju lokasi aksi, massa direncanakan akan berkumpul terlebih dahulu di kampus Unair.

Menteri Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Unair, Daniel Nikon Martua Situmorang, menyatakan bahwa aksi ini akan menyoroti lambatnya penanganan bencana alam di berbagai wilayah, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, serta wilayah lainnya.

Selain itu, aksi juga akan menjadi momentum untuk menyampaikan sejumlah tuntutan tambahan. “Aksi juga sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Bambang Setiawan, forum juga menyepakati sejumlah isu tambahan, yakni persoalan perampasan aset, serta penggusuran lahan warga oleh TNI tanpa surat dan izin yang transparan,” ujar Daniel.

Rangkaian aksi akan diisi dengan berbagai kegiatan simbolis, seperti tabur bunga, aksi teaterikal, pembacaan situasi dan aksi masyarakat, pemberian kartu hitam, pembacaan pernyataan sikap, serta doa bersama sebagai penutup. Peserta aksi akan mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk bela sungkawa. Daniel menambahkan bahwa forum telah menyepakati teknis penanda massa dan koordinasi lapangan, dengan target agar seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai dan area telah dikosongkan sesuai waktu yang ditentukan.

[Red/Rizqika]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis