Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Teknologi

Proses Pengiriman Satelit ke Luar Angkasa: Dari Perencanaan hingga Lepas Landas

badge-check


					Proses Pengiriman Satelit ke Luar Angkasa: Dari Perencanaan hingga Lepas Landas Perbesar

ilustrasi satelit luar angkasa (pexels.com/SpaceX). Sumber : IDN TIMES

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Proses pengiriman satelit hingga mencapai orbitnya merupakan rangkaian panjang dan terstruktur yang dimulai jauh sebelum hari peluncuran. Secara umum, perjalanan ini terdiri dari beberapa tahapan utama: perencanaan misi, persiapan dan pengujian, peluncuran menggunakan roket bertingkat, hingga pelepasan satelit di orbit yang ditentukan.

Tahap awal adalah perencanaan misi yang matang. Misi harus memiliki tujuan yang jelas, seperti pengamatan Bumi, komunikasi, atau riset ilmiah, yang kemudian menentukan jenis orbit dan muatan (payload) yang dibutuhkan. Proyek satelit biasanya lahir dari kebutuhan spesifik pengguna, dan kelayakan teknisnya dievaluasi oleh lembaga antariksa terkait. Setelah desain rampung, satelit dibangun dan melalui berbagai pengujian ketat di Bumi untuk memastikan ketahanannya terhadap getaran, kekosongan udara, dan radiasi di luar angkasa. Pengujian ini krusial karena satelit harus berfungsi optimal setelah mencapai orbit.

Setelah dinyatakan lolos uji, satelit dikirim ke lokasi peluncuran. Pemilihan lokasi ini strategis, seringkali di dekat garis khatulistiwa untuk memanfaatkan putaran Bumi yang memberikan kecepatan tambahan pada roket, sehingga menghemat bahan bakar. Di lokasi peluncuran, satelit dipasang di bagian depan roket dan dilindungi oleh fairing, semacam cangkang pelindung dari kebisingan dan tekanan saat menembus atmosfer.

Roket pengangkut satelit pada umumnya adalah roket bertingkat (multi-stage rocket). Konsep ini digunakan karena untuk mencapai kecepatan orbit yang dibutuhkan (sekitar 8-11 km/s), roket harus membawa bahan bakar dalam jumlah sangat besar, yang justru menambah berat dan membuatnya sulit terangkat. Oleh karena itu, roket dibagi menjadi beberapa bagian. Tahap pertama akan menyala dan menghabiskan bahan bakarnya, kemudian terlepas dan jatuh ke laut untuk meringankan roket. Tahap kedua lalu menyala untuk melanjutkan pendakian, dan seterusnya. Proses staging ini memungkinkan roket membuang bagian yang tidak berguna, sehingga semakin ringan dan lebih efisien bahan bakar untuk mencapai kecepatan yang diinginkan.

Peluncuran adalah fase paling kritis. Roket lepas landas secara vertikal, lalu perlahan membelok ke arah horizontal dalam manuver yang disebut gravity turn untuk memasuki orbit . Saat berada di luar atmosfer, fairing yang melindungi satelit akan dibuang untuk mengurangi bobot. Setelah mencapai kecepatan dan ketinggian yang tepat, satelit akan dilepaskan dari tahap terakhir roket. Pada titik ini, satelit mulai menjalankan misinya sendiri di orbit, didorong oleh momentum dan mesinnya sendiri untuk mencapai posisi yang telah ditentukan.

[Red/Valda]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline