MAKASSAR, GLOBALSIAR.COM (08/09/2026) – Pihak Dekanat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin secara resmi membekukan seluruh aktivitas lembaga kemahasiswaan di lingkungan fakultas tersebut. Langkah tegas ini diambil sebagai respon langsung atas beredarnya kabar mengenai dugaan tindak kekerasan yang dialami oleh mahasiswa baru selama proses pengaderan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan serta menjaga integritas akademik di lingkungan kampus tetap kondusif.
Keputusan pembekuan tersebut muncul setelah informasi mengenai insiden yang menimpa mahasiswa baru menjadi viral di berbagai platform media sosial. Pihak universitas menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi segala bentuk intimidasi maupun kekerasan fisik dalam setiap kegiatan kemahasiswaan. Saat ini, otoritas fakultas sedang melakukan peninjauan mendalam terhadap aturan pelaksanaan orientasi mahasiswa guna mencegah adanya celah terjadinya tindakan di luar batas norma pendidikan.
Dekan FMIPA Unhas menyatakan bahwa tim internal telah dikerahkan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik laporan yang beredar. Seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan yang terlibat dalam rangkaian kegiatan pengaderan dijadwalkan untuk memberikan klarifikasi secara resmi. Selama masa pembekuan ini, segala bentuk kegiatan organisasi di tingkat fakultas dihentikan sementara hingga proses evaluasi dan penegakan disiplin selesai dilakukan secara tuntas.
Manajemen universitas berharap agar kejadian ini menjadi momentum transformasi bagi sistem kaderisasi mahasiswa agar lebih mengedepankan nilai-nilai humanis dan edukatif. Para mahasiswa baru diimbau untuk tetap tenang dan fokus pada studi mereka sementara birokrasi kampus menyelesaikan pembenahan struktural ini. Laporan mendalam mengenai sanksi dan kelanjutan status lembaga kemahasiswaan ini akan terus dipantau dan disusun kembali oleh GlobalSiar.
















